liku hidup

24 05 2008

KISAH TKI DI MALAYSIA

B
ukan salah kalo kita bertanya suatu pertanyaan kepada teman kita yang banyak punya pengalaman khususnya di sekeliling kita banyak peristiwa yang terlepas dari pengetahuan kita sehari-hari .Kehidupan yang semakin berat di sebabkan peningkatan harga pangan sedunia meningkat sedangkan penghasilan masih tetap biasa.

Wanto adalah salah satu sosok individu yang saya akan ceritakan tentang pengalamannya yang banyak mengenai tantangan kehidupan.Visi hidupnya tercurah oleh semangat yang kental yang tidak mudah putus asa ,tekad bajanya membuat ia sangat yakin kepada diri sendiri untuk memajukan kehidupannya sehingga ia teingin sekali merantau ke negri tetangga dengan iming-iming oleh segelintir calo TKI di daerahnya. Wanto pun mendaftar dengan syarat-syarat yang di minta oleh calo TKI (PJTKI) tersebut dengan memfotocopy ,ijasah,kartu KK,KTP dll untuk memproses dokumen perjalanan ke negri yang di tuju yaitu Malaysia.Tunggu demi tunggu proses berlangsung si calo TKI selalu datang memberi cerita manis dengan besarnya uang ringgit di banding dengan uwang rupiah, ini membuat Wanto semakin mantap dan penuh harapan dengan kesuksesan.Tiga bulan sudah Wanto menyodorkan dokumen penting pribadinya dan belum ada panggilan untuk berangkat sehingga berjumpa saya dan menceritakan keinginannya ke negri Malaysia.Pertanyaan demi pertanyaan saya luahkan kepada Wanto tentang kebenaran lowongan kerja di Malaysia membuat Wanto jadi nerfes alias takut akan di tipu oleh calo.Karena memandang Temen baik dan tetangga saya beranikan diri untuk menjumpai si calo TKI tersebut dan menanyakan kebenaran lowongan kerja dari Malaysia yang berbentuk dokumen dari tenaga kerja Malaysia atau dari tenaga kerja Indonesia dan surat kelulusan pengambilan pekerja asing dari imigresen Malaysia.
Soal demi soal yang saya lemparkan calo tersebut agak sedikit kerepotan dan akhirnya dia bertanggung jawab atas semua kegagalan pemberangkatan Wanto jika gagal untuk bekerja ke luar negri.Rupanya Wanto tidak sendirian setelah di kupas berbagai pertanyaan calo tersebut sudah siap proses passport ,chek medical sebanyak tiga puluh lima orang yang mau di berangkatkan ke Malaysia.

Modal nekad dan keinginan yang membara Wanto sabar menunggu panggilan untuk berangkat sehingga sebulan selepas bertemu saya dengan calo TKI Wanto bener-bener dapat panggilan untuk berangkat ke Malaysia.Hati gembira mengingat uang ringgit bisa lebih mengungguli rupiah Wanto pun berangkat lewat tanjung priuk jurusan Dumai.
Informasi saya terputus dengan Wanto dan saya sebagai teman selalu mendoakan supaya semua keinginan dan cita-citanya dapat terkabulkan.

Singkat cerita saya sudah lulus sekolah dan mendapatkan tawaran kerja di luar negri kebetulan di negri yang sama dengan Wanto ,saya menjadi teringin sekali berjumpa dengan dia di sana.namun karena berbeda kondisi dan putus informasi denganya membuat saya hanya berharap dalam hati kalo seanadianya ketemu bisa saling bertukar pengalaman.
Mungkin karena otosugesti yang kuat dari pikiran saya ,saya benar-benar tidak percaya dia sudah mendapatkan nomer HP saya.
Banyak cerita yang di ceritakan oleh Wanto suka,duka,dan berjuta pengalaman beradaptasi di negri Malaysia membuat saya teringin menulis di blog ini untuk peringatan hidup dan bisa di jadikan pedoman hidup mengenang tekad,dan keyakinan diri bisa menguasai segala keadaan walaupun keadaan itu memang tidak bersahabat kepada kita.

Kisah Wanto di Malaysia

Selepas putus hubungan informasi dengan saya sewaktu berangkat di tanjung priuk wanto mulai cerita di tampung di sebuah penampungan TKI di Dumai,fasilitas penampungan yang sangat terbatas sehingga mandi pun kesulitan ,makan dua kali sehari dan tidur berdesak-desakan rupanya Wanto sesampainya di Dumai masih dalam tunggu proses caling visa yang belum selesai.Di penampungan banyak duka yang di alami karena ulah calo TKI yang kurang bentul cara jadwal pemberangkatan yang biasanya menunggu caling visa turun baru berangkat ,wanto pula berangkat dulu caling visa baru turun,sehingga Wanto terpaksa di tampung di Dumai dan di bebani sewa tampungan duapuluh limaribu (Rp25.000,00) per hari.
Dengan tabah Wanto masih sabar mungkin ini awal kesuksesan ingatnya.dua bulan sudah tiba Wanto pun berangkat ke Malaysia dengan verry dari pelabuhan dumai ke Melaka.
Tibalah ia di Malaysia yang selama ini dia impikan kerja di luar negri .arah yang di tuju adalah negri Pahang salah satu negri di Malaysia .rupanya menurut ceritanya Wanto ,di tempatkan di ladang perkebunan kelapa sawit kerja sebagai pemotong buah sawit.Kesusahan demi kesusahan untuk beradaptasi dengan warga setempat wanto pun banyak belajar perbedaan bahasa melayu yang mirip bahasa Indonesia,namun banyak sedikit pengalaman lucu yang tidak bisa di tulis disini Wanto tersenyum ,ketawa menceritakan kisahnya di Malaysia.Awal dari perjumpaan saya dengan Wanto ,Wantolah yang banyak bercerita tentang kisahnya dan menutup saya untuk cerita kepadanya tentang diri saya. Sebagai pendengar yang baik terus pikiran aku menulis setiap kosa kata yang keluar darinya.Menurut Wanto kerja di Malaysia harus kuat iman sebab di daerah kerja wanto tidak bisa mendengar suara Adzan ,
Di sebabkan lokasi perkebunan kebanyaakan orang India yang beragama hindu membuat Wanto jadi ngga betah di sebabkan terkadang meninggalkan sholat jum`at .Kenginananya untuk memburu ringgit mulai pudar dengan kondisi yang membuat ia susah beribadah.Tanpa pikir panjang Wanto pun tidak krasan terus nekad lari dari majikan .
Banyak kerja yang dialami di Malaysia seperti “toreh getah (karet),pemotong buah sawit,jaga kebun durian” itupun masih juga susah untuk beradaptasi sehingga wanto memutuskan pindah lagi ke Bandar (kota ) johor. Disinilah nasib meyebelahi Wanto di terima kerja di agen surat kabar (tukang Koran) bekerja mulai dari jam 02.00 pagi selesai hingga jam 08.00pagi ,walapun masih berat namun wanto bisa membagi waktu untuk ibadah sehingga ia merasa lega.
Apapun cerita di atas adalah kisah nyata yang keluar oleh wanto sendiri

Penulis uki2000


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: